Kamis, 23 Juni 2016

kecerdasan Moral kohlberg


Usia
Tahap
Contoh Perilaku
0-9 Tahun
Tahap Prokonvensional


→ orientasi kepatuhan dan hukuman
→ anak mengikuti aturan untuk menghindari hukuman

→ orientasi pertukaran instrumental
→ anak mengikuti aturan untuk mendapatkan kesenangan dalam mencapai tujuan pribadi



10-15 Tahun
Tahap konvensional


→ orientasi anak baik-baik
→anak mematuhi aturan untuk menghindari ketidaksetujuan sosial atau penolakan

→ orientasi pemeliharaan otoritas
→anak ingin mengjindari kritikan dari orang lain atau otoritas



16-dewasa
Tingkat pasca


→ konvensional orientasi legalistik kontraktual
→ orang emilih prinsip moral adalah hidup

→ orientasi prinsip etika universal
→ orang bertingkah laku dengan cara menghormati harga diri semua orang


kecerdasan Moral kohlberg

HUBUNGAN HORMON DAN EMOSI PADA WANITA



HUBUNGAN HORMON DAN EMOSI PADA WANITA
 
Hormon bertindak seperti sebuah kunci yan cocok dengan kunci tertentu atau situs reseptor pada setiap organ misalnya: tiroid mengeluarkan tiroksin dan trodothryonine, kelenjar adrenal mensekresi norepinefrin, epinefrin, kortisol, aldosteron dan DHEA,  pancreas dikaitkan dengan glucagons dan insulin. Kelompok yang paling penting dari hormone bagi wanita ditemukan dalam ovarium yang mengeluarkan estrogen, progesterone dan testosterone merupakan perubahan halus dalam estrogen dan progesterone yang menjadi cirri siklus menstruasi pada wanita dan mempunyai hubungan dengan PMS. Selama paruh wanita pertama siklus menstruasi ada peningkatan estrogen yang mempunyai hubungan kesejahteraan yang ditandai dengan tingkat normal energy, tidur normal, mood ditinggikan, kejelasan berpikir dan kemampuan untuk berkonsentrasi. Estrogen digambarkan sebagai salah satu anti-depresan alami terbaik. Tubuh perempuan menghasilkan 3 jenis estrogen: estrogen (E1), yang dibuat dalam jaringan ovarium, hati dan lemak, 17-Beta Estradiol (E2) merupakan estrogen pramenopause dibuat dalam ovarium dan E3 yang diproduksi oleh plasenta selama kehamilan. Siklus menstruasi yang berkaitan dengan gangguan fisik dan emosional bagi perempuan. Pramestual Syndrome Mood (PMS)  terkait dengan gangguan ditingkat kadar progesterone dalam tubuh karena setiap hormone berurutan dipacu oleh tingkat hormone sebelumnya, kegagalan atau cacat dalam system dapat mengatur panggung untuk pengembangan PMS. Ketika sesuatu dalam kehidupan seornag wanita yaitu kehamilan, trauma dapat mengganggu hipofisis. Ovarium umpan balik, hal itu menyebabkan pasokan Alamo progesterone menurun progesterone rendah menyebabkan gangguan dlam pasokan bahan bakar glukosa ke otak. Otak dalah organ yang paling menuntut bahan bakar dalam tubuh. Penurunan tersebut mempengaruhi kontribusi terhadap atau gejala emosional yang paling umum psikologis PMS yaitu marah, dperesi, ketegangan, kecemasan, kebingungan, dan ketidakmampuan untuk berkonsentrasi dan penurunan toleransi stress. Hormone estrogen dan progestreron memiliki efek yang kuat pada reseptor serotonin, norepinefrin, dopamine dan endorphine, yang terlibat dalam regulasi suasana hati. Karena setiap gangguan kecil keseimbangan hormone ini dapat berkontribusi untuk gejala-gejala psikologis.

hakikat emosi



  •        Hakikat Emosi

            Kata “emosi” diturunkan dari bahasa perancis, emotion, dari emouvoir, ‘kegembiraan’ dari bahasa latin emovere dari e- (varian eks-) ‘luar’ dan movere ‘bergerak’. Kebanyakan hati meyakinkan bahwa emosi lebih cepat berlalu daripada suasana hati. Pada hakikatnya, setiap orang itu mempunyai emosi. Pada hakikatnya, setiap orang itu mempunyai emosi. Dari mulai bangun tidur sampai kita kembali kembali untuk tidur. Sat mengalami kejadian-kejadian yang bermacam-macam sehingga menimbulkan berbagai bentuk emosi.
            Emosi menurut Wade dan Tavris adalah situasi stimulus yang melibatkan perubahan pada tubuh dan wajah, aktivitas pada otak, penilaian kognitif, perasaan subjektif dan kecendrungan melakukan suatu tindakan yang dibentuk seluruhnya oleh peraturan-peraturan yang terdapat di suatu kebudayaan. Menurut The American College Dictionary, emosi adalah suatu keadaan afektif yang disadari dimana dialami perasaan seperti kegembiraan, kesedihan, takut, benci dan cinta (dibedakan dari keadaan kognitif dan keinginan yang disadari), dan juga perasaan seperti kegembiraan, kesedihan, takut, benci, dan cinta. Menurut Sarlito W. Sarwono menjelaskan emosi sebagai suatu reaksi penilaian (positif atau negative) yang kompleks dari system saraf seseorang terhadap rangsangan dari luar atau dari dalam dirinya sendiri.
            Dari pendapa diatas dapat disimpulkan bahwa emosi adalah bentuk keadaan reaksi, postif atau negative, oleh perasaan seseorang terhadap stimulus yang diperoleh berdasarkan hasil persepsi kognisi sebelumnya.
Ø  Teori-teori Emosi
Dalam upaya menjelaskan bagaimana timbulnya emosi, para ahli mengemukakan beberapa teori emosi, diantaranya: Teori Emosi Dua-Faktor oleh Shcachter dan Singer, Teori Emosi James-Lange oleh James dan Lange dan Teori Emergency oleh Cannon.

1.      Teori  Emosi Dua-Faktor Schachter dan Singer
Pada reaksi fisiologik dapat saja sama (hati berdebar, tekanan darah naik, nafas bertambah cepat, adrenalin dialirkan dalam darah dsb), jika rangsangannya menyenangkan emosi yang timbul dinamakan senang. Sebaliknya, jika rangsangannya membahayakan, emosi yang timbul dinamakan takut.
2.      Teori Emosi James-Lange
Menurut teori ini, emosi adalah hasil persepsi seseorang terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh sebagai respons terhadap berbagai rangsangan yang datang dari luar.
3.      Teori  “Emergency” Cannon
Cannon menyatakan, bahwa organ dalam umumnya terlalu insensitive dan terlalu dalam responsnya untuk bisa menjadi dasar berkembangnya dan berubahnya suasana emosional yang sering kali berlangsung dengan cepat. Meskipun begitu, ia sebenarnya beranggapan bahwa organ dalam merupakan satu-satunya faktor yang menentukan suasana emosional. Teori ini menyebutkan emosi timbul bersama dengan reaksi fisiologik.
Ø  Macam-macam Emosi
Dari hasil penelitiannya John B.Watson menemukan bahwa tiga respons emosional terdapat pada anak-anak adalah: fear(ketakutan), Rage(kemarahan), Love(cinta).
Menurut Descrates, emosi terbagi atas: Desire (hasrat), hate(benci), sorrow(sedih duka), wonder(heran), Love(cinta) dan Joy(kegembiraan).
                        Menurut Daniel Goleman mengemukakan beberapa macam emosi yang tidak berbeda jauh dengan kedua tokoh diatas, yaitu:
a.      Amarah: beringas,mengamuk,benci,jengkel,kesal hati.
b.      Kesedihan: pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, putus asa.
c.       Rasa takut: cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri.
d.      Cinta: penerimaan, persahabatan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, dan kemesraan.
e.      Kenikmatan: bahagia, gembira, riang, puas, senang, terhibur, bangga.
f.        Terkejut: terkesiap, terkejut.
g.      Jengkel: hina, jjik, muak, mual, tidak suka.
h.      Malu: malu hati, kesal.

Ø  Pengertian Motivasi
Wade dan Tavris motivasi adalah suatu proses dari diri manusia yang menyebabkan organism bergerak menuju tujuan yang dimiliki untuk bergerak menjauh dari situasi yang tidak menyenangkan.
Menurut H.Djali motivasi adalah perubahan tenaga di diri seseorang yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi-reaksi mencapai tujuan.
Menurut Soekmadinata motivasi adalah kekuatan yang mendorong kegiatan individu.
Dari pengertian dari para hali dapat disimpulkan motivasi adalah kondisi dari dalam diri seseorang yang memberikan dorongan-dorongan kekuatan untuk melakukan kegiatang tertentu untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Ø  Hubungan emosi dan motivasi
Kemampuan seorang pemimpin untuk memotivasi anggota timnya sangat dipengaruhi oleh kecerdasan emosinya. Ada enm keterampilan yang perlu dimiliki oelh seorang pemimpin, sebelum dia dapat memimpin orang lain, yaitu:
1.      Mengenali emosi diri
2.      Mengelola emosi diri sendiri
3.      Memotivasi diri sendiri
4.      Mengenali emosi orang lain
5.      Memotivasi orang lain

BIOGRAFI C. KLUCKHOHN



BIOGRAFI C. KLUCKHOHN

Clyde Kluckhohn (1905–1960) menunjukkan kontribusi ilmu yang didalaminya terkait ilmu sosial dalam pekerjaannya pada etnografi Navajo  dan dalam tulisannya tentang teori pola kebudayaan dan nilai. Dia juga memelopori kajian dalam bidang kebudayaan dan kepribadian, terlibat dalam beberapa penelitian linguistik dan genetika manusia, serta menulis beberapa artikel tentang arkeologi.
Lahir di Le Mars, Lowa, Kluckhohn diadopsi oleh Katherine dan George Wesley Kluckhohn. Dia belajar di Lawrenceville School, New Jersey, kemudian memulai studi sarjananya di Princeton. Masalah kesehatan mengganggu studinya hingga kemudian mempengaruhi karirnya di masa depan . Keluarganya mengirim dia ke sebauh peternakan di New Mexico yang banyak didiami oleh suku Indian Navajo. Kluckhohn mengembangkan minatnya pada suku ini dan mulai mempelajari bahasanya serta mencoba memahami tradisi mereka. Dia sangat tertarik dengan kebudayaan Barat Daya dan orang-orangnya, kemudian melakukan perjalanan ke Rainbow Bridge, dan menerbitkan buku pertamanya To the Foot of the Rainbow (1927) saat berusia 22 tahun. Dia kembali melanjutkan studi sarjananya dengan mendaftar di University of Wisconsin, di mana dia memperoleh gelar A.B. pada tahun 1928. Dia belajar di University of Vienna, di mana ia memperoleh pengalaman dengan psikoanalisis pada tahun 1931-1932. Sejak tahun 1932 hingga 1934 beliau menjadi asisten professor antropologi di University of New Mexico. Dia menyelesaikan pendidikan Ph.D bidang antropologi di Harvard pada tahun 1936. Selama dekade ini, ia menjaga hubungan baik dengan suku Navajo, melakukan perjalanan ke daerah-daerah terpencil di Wild Horse Mesa sebelah selatan Utah, kemudian menulis buku keduanya, Beyond the Rainbow (1933), tentang pengalaman yang telah dikumpulkannya.
Pada tahun 1935 Kluckhohn diterima sebagai instruktur antropologi di Harvard, di mana ia menghabiskan pengabdian karir akademiknya. Dia merupakan salah satu pendiri jurusan Social Relation dan direktur pertama di Russian Research Center di Harvard. Antara 1936 dan 1948, ia menjadi direktur pada “Ramah Project”, yang melibatkan 15 mahasiswa dan kolega dari Harvard hingga menerbitkan banyak monografi dan artikel terkait sebuah komunitas kecil di Ramah, New Mexico. Pada tahun 1949, beliau menjadi pendiri utama dan anggota dari badan penasehat dari “Comparative Study of Values in Five Cultures Project”.
Penelitian Kluckhohn terkait suku Navajo memiliki karakter yang menekankan pada detail etnografi yang dikombinasikan dengan analisis teori yang baik. Beliau adalah pekerja lapangan yang sangat berbakat, ia melanjutkan hubungan dengan suku Navajo yang memberinya pemahaman lebih tentang pola rumit kehidupan mereka yang sulit ditemukan peneliti lain dengan satu atau dua kali investigasi.  Beliau mampu membaca dan memahami tujuh bahasa dan mampu mengembangkan secara bersamaan bidang antropologi, sosiologi, psikologi dan filsafat di Amerika Serikat maupun mancanegara.