Senin, 29 Oktober 2018

Pengertian Sistem Informasi Psikologi

Pengertian Sistem Informasi Psikologi
1.     Pengertian Sistem
Menurut Murdick, R.G, (dalam Hutahean, 2012) sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul ,bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
Menurut  Davis, G.B, (dalam Hutahean, 2012) sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran.
Menurut Eriyanto (2004) sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan kompleks.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan, sistem adalah komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan.

2.     Pengertian Informasi
         Menurut Bodnar & Hopwood (2000) informasi merupakan data yang diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan dasar dalam mengambil sebuah keputusan yang tepat dan benar.
Menurut Chr. Jimmy. L.Gaol (2008) informasi adalah segala sesuatu keterangan yang bermanfaat untuk para pengambil keputusan atau manajer dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Menurut Hendi Haryadi (2009) informasi dapat didefinisikan sebagai hasil pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan, informasi adalah sekumpulan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna untuk pengambilan keputusan.

3.     Pengertian Psikologi
Menurut Basuki (2008), bahwa psikologi itu adalah ilmu pengetahuan ilmiah yang mempelajari perilaku, sebagai menifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif, & emosional.
Morgan dalam Basuki (2008), psikologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dan binatang serta penerapannya pada permasalahan manusia.
Menurut Wilhem Wundt dalam Effendi  (2006) psikologi adalah ilmu yang mempelajari atau menyelidiki pengalaman yang timbul dalam diri manusia, seperti pengalaman pengindraan, merasakan sesuatu, befikir, berkehendak, dan bukan memepelajari pengalaman yang di luar diri manusia, karena pengalaman yang demikian menjadi objek kajian ilmu pengetahuanalam.
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dengan cara mempelajari perilaku, sebagai menifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif, & emosional.

4.     Sistem Informasi Psikologi
Jadi, pengertian dari sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk memperoleh informasi yang bertujuan untuk memberi tahu informasi mengenai keadaan psikologis dari penggunanya.

Anggota Kelompok :
1. Ade shelly                (10515099)
2. Rahma safitri            (15515556)
3. Lintang R                 ( 13515844)
4. Andiny P                  (10515700)
Kelas 4PA15


DAFTAR PUSTAKA
Basuki, H. (2008). Psikologi Umum Seri Diklat Kuliah. Jakarta ; Universitas         Gunadarma.
Eriyanto. (2004). Teknik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk. Bogor : Grasindo.
Gaol, C.J.L (2008). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Grasindo.
Haryadi, H. (2009). Administrasi Perkantoran. Jakarta: Visi Media.
Bodnar, G. H., & Hopwood, W. S. (2000).Sisteminformasiakutansi, terjemahan Amir AbadiJusuf, Rudi M. Tambunan. Jakarta :SalembaEmpat.
Effendi, H. L. M. (2006).Psikologidakwah. Jakarta: kencana.
Hutahaean, J. (2012). Konsepsisteminformasi. Jakarta: CV Budi Utama.

Rabu, 11 Januari 2017

Membandingkan psikoterapi online dan psikoterapi langsung/tatap muka



Perbedaan Bentuk Layanan Konseling
    
      Layanan Konseling Secara Langsung/Tatap Muka
  1. Kegiatan konsuling dilakukan dalam setting ruangan yang ssangat aman, pribadi, dan tidak terlihat oleh orang lain.
  2. Didalamnya terdapat keadaan yang secara nyata ditampilkan yang tidak terbatas dalam bentuk verbal (tampak) dari kedua belah pihak, seperyyi berpikir, berbicara, dan berbagi pikiran.
  3. Pada umumnya merupakan percakapan bersahabat, hangat, dan ekspresif dan secara langsung dengan tujuan untuk memberikan perubahan dalam perilaku.

    Layanan Konseling Melalui Internet
  1. Kegiatan konseling dilakukuan dalam setting dunia maya yang mungkin saja bisa dimasuki oleh pihak ketiga mapun beresiko dibajak oleh hacker.
  2. Kedua belah pihak akan berpikir dan berbagi pemikiran biasanya melalui teks. Hal ini bisa juga dilakukan secara langsung atau melalui chat, video, conference, instant messaging maupun secara virtual.
  3. Konseling internet melalui interaksi yang kebanyakan berbasis teks, beberapa huruf berubah menjadi kode-kode atau singkatan, untuk menggambarkan emosi yang ditujukan dilakukan dengan emoticon.


   Kelebihan Konseling Melalui Internet
  1. Memberikan kesempatan bagi calon konseli yang merasa kurang nyaman untuk bertemu dan berkomunikasi secara langsung dan beratap muka dengan konselor.
  2. Konselor dapat mengetahui gambaran perasaan atau emosi konseli melalui emoticon yang biasanya terintegrasi dalam aplikasi chat.
  3. Melalui email yang merupakan interaksi yang dilakukan secara tidak langsung, individu diberi kesempatan untuk berpikir sebelum menulis sehingga individu dapat dengan mudah mengungkapkan perasaan yang sebenarnya melalui tulisan.
  4. Berbagai transaksi data seperti informasi dan formulir bisa diberikan dan dikumpulkan secara online. Hal ini akan memudahkan proses administrasi dan penyimpanan data dan rekaman konseling.
  5. Menghilangkan jarak untuk mendapatkan konseli, keluwesan dalam perencanaan, menghemat anggaran, dan memberikan pilihan yang lebih banyak bagi konseli.
   Kekurangan Konseling Melalui Internet
  1. Diagnosis tidak akurat atau pengobatan tidak efektif dapat diberikan karenakurangnya petunjuk perilaku dan kurangnya informasi nonverbal.
  2. Kerahasiaan dan privasi tidak dapat dijamin.
  3. Klien yang bunuh diri , menderita kecemasan yang ekstrim atau depresi , atau yang berada dalam krisis tidak dapat menerima perhatian segera memadai.
  4. Memungkinkan anak-anak untuk menyamar sebagai orang dewasa mencari pengobatan.
  5. Kompleks masalah psikologis jangka panjang tidak mungkin berhasil diobati.

TES PSIKOLOGI ONLINE



Kemajuan tes psikologi yang kini dikembangkan di media online tentunya memiliki dampak bagi setiap pihak baik positif maupun negatif. Berikut dampak yang dihasilkan dari tes psikologi online:
Dampak Positif
1. Memudahkan individu dalam mengakses tes psikologi kapan pun dan dimana pun.
2. Tes yang dilakukan tidak mengeluarkan biaya.
3. Individu dapat menilai diri sendiri serta mengetahui kelebihan dan kekurangannya, sehingga menjadi bahan evaluasi dan pengembangan diri.
4. Memudahkan individu menempatkan diri dalam menjalin relasi dengan orang lain.
5. Memudahkan individu mengetahui pekerjaan/jurusan yang cocok dengan dirinya.
6. Mengenal diri sendiri memudahkan individu dalam penerimaan atas dirinya serta orang-orang di sekitarnya.
7. Dapat mengefektifkan waktu karena hasil tes dapat langsung dilihat.

Dampak Negatif
1. Hasil tes yang diberikan belum akurat karena dilakukan oleh diri sendiri (terutama yg bukan seorang psikolog) dan dapat menyebabkan terjadinya penipuan.
2. Hasil tes dapat dilihat oleh orang lain karena tidak bersifat tertutup.
3. Penipuan dapat terjadi oleh diri sendiri karena jawaban tes dapat diubah sehingga mudah untuk dipelajari.
4. Kerahasiaan alat tes semakin terancam.